Aneka Menu Bertabur Keju di Keuken Van Elsye

Waktu itu minggu ke lima di bulan April, seperti biasa teman-teman pengajar di sebuah kursus musik mengajak hang-out.
Walaupun saya sudah resign dari tempat saya pernah mengajar di sana, kami masih sering kumpul dan main bersama.
Minggu ke lima memang mereka libur.
Kebetulan Dhani salah seorang teman, ulangtahun tanggal 29 April. The Birthday Girl-nya kangen makan Aligot di Keuken van Elsye.
Saya belum pernah ke Keuken van Elsye. Googling, tempatnya di jalan Buton, Bandung, sekitar jalan Van Deventer. Lalu saya lanjut cek Instagram dan reviewnya dari beberapa blogger, Zomato, dan lain-lain.
Namanya juga restoran, tempat makan, ya engga lucu kalau hanya lihat foto kan.
Apalagi di foto terlihat keju leleh-leleh gitu di hidangannya. Rata-rata hidangannya memang bertabur keju.

Belanda dan Keju


Resto Keuken van Elsye sesuai namanya memang menawarkan menu-menu khas Belanda. Arti keuken, adalah dapur. Jadi menu-menunya merupakan racikan resep Elsye, nenek dari pemilik restoran.
Seperti kita ketahui negeri Belanda memang terkenal dengan kejunya. Dataran negeri Belanda merupakan padang rumput yang cocok sebagai lahan peternakan sapi dan mereka telah melakukannya sejak tahun 1600 SM. Dari susu sapi inilah keju-keju dibuat. Aneka rasa keju merupakan kekhasan negeri yang terletak di bawah permukaan air laut ini. Keju juga merupakan sumber devisa, karena Belanda merupakan negara pengekspor keju.

Ketika Belanda berkelana hingga ke Indonesia dan betah hampir 350 tahun lamanya, hidangan keju mulai diperkenalkan di sini. Walaupun kuliner asli Nusantara sendiri tidak terpengaruh dengan adanya keju, tetapi di era Milenial, keju digemari oleh generasi sekarang.


pabrik keju di Volendam

suami di depan pabrik keju


Kisah Dibalik Keuken van Elsye


Restoran Keuken van Elsye


Keuken van Elsye adalah sebuah restoran dengan menu khas Belanda, Indonesia, dan Western. Didirikan oleh putri Elsye, Esther, saudara ipar Esther, dan cucu Elsye, bernama Kevin. Restoran ini menempati sebuah rumah bergaya arsitektur Indische abad ke 18, beralamat di jalan Buton no 11, Bandung.

Menu-menunya berasal dari resep yang diwarisi Elsye dari generasi ke generasi. Beberapa resep adopsi dari Restoran Elita 1920 dan kreasi Kevin.

Sejarah tentang Keuken van Elsye ini dapat teman-teman baca di buku menu, termasuk foto Elsye dan suaminya kala masih muda.

Resto ini tidak besar, hanya ada 2 meja besar di tengah ruangan dan di halaman dalam. Furniturenya pun masih memakai furniture vintage dari desain tahun 1960-an. Di salah satu dinding terpampang wall paper yang terdiri dari collage foto-foto. Di dinding lain pun ada foto-foto jadul yang memperlihatkan suasana kota Bandung di era pemerintahan Hindia Belanda.


Ruang Depan

Area Minuman

Salah satu sisi di Keuken van Elsye

Aneka Menu Bertabur Keju


Daftar Menu Keuken van Elsye


Kami rencananya berlima, sehingga memilih meja di tengah dan meminta menu.
Sejak awal saya sudah browsing menu-menu yang ada dan sudah nge-tag menu salad. Huzaren Sla. Menu Huzaren Sla, ibaratnya menu nostalgia bagi saya. Mengingatkan ke Mama dan Mama Mertua saya. Beliau-beliau ini lahir sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Sehingga mengenyam pendidikan dengan guru-guru orang Belanda, dan masih fasih berbahasa Belanda hingga akhir hayatnya. Beliau-beliau ini kalau ada acara keluarga, sering menyertakan Huzaren Sla sebagai menu andalan.


Huzaren Sla


Dhani seperti sudah dicita-citakan memilih menu Aligot van Elsye. Aligot adalah hidangan yang terbuat dari kentang rebus yang dihaluskan lalu dicampur dengan keju Mozarella. Hidangan ini asli Perancis, enak dimakan hangat, karena ada sensasi keju leleh-lelehnya gitu. Porsinya lumayan bila dimakan sendirian, sehingga Dhani menawarkan yang lain untuk turut mencicipi. Saya mencicip juga sedikit. Sepertinya memang kalau dimakan sendirian bakalan eneg ...


Aligot, harga Rp 38.000,-


Dwi memesan Mac and Cheese, terbuat dari macaroni rebus dan campuran keju. Sama halnya dengan Aligot, Mac&Cheese kejunya juga meleleh.


Mac & Cheese


Martina memesan campuran kentang onglok, seledri, dan parutan keju, kemudian ditambah dengan potongan sosis. Maaf, saya lupa tidak mencatat nama menunya.
Rata-rata hidangan yang kami pesan sekitar 40ribu hingga 60ribu.
Berbeda bila memesan menu Western, seperti steak, kira-kira harganya 90ribuan.


Add caption


Sedangkan minuman ada pilihan Dutch Sunset, racikan jeruk, mangga, leci, dan air soda. Sedangkan Seize the Day, merupakan campuran apel, wortel, lemon, jahe, dan madu. Kombinasi campurannya agak aneh sih. Saya belum pernah minum yang mengandung jahe dalam keadaan dingin. Biasanya jahe kan untuk menghangatkan. Walaupun demikian enak juga, masing-masing komponen terasa Apelnya terasa, begitu juga wortel, lemon, dan jahenya.
Harga minuman rata-rata 30ribuan.


Seize the Day, harga Rp 32.000,-


Nah, teman-teman punya rencana mencoba kuliner bertabur keju khas negeri Belanda, boleh tuh mencoba ke Keuken van Elsye. Setiap hari buka dari pukul 08:00 - 22:00

Ada menu sarapan juga, dari pukul 08:00-11:00

Teman-teman kalau mau ke sini harus membawa kendaraan sendiri, naik taxi, atau taxi online atau gojek, karena jalan Buton tidak dilalui kendaraan umum. Jalannya sepi sehingga cocok untuk hang-out bersama keluarga.



Buka Senin - Minggu

peta jalan Buton



Bandung, 31 Mei 2019
Tri Wahyu Handayani

Posting Komentar

11 Komentar

  1. Wah segala yang berbau keju aku sukaa, terimakasih ya buat ulasannya dan rekomendasinya pasti didatengin inih

    BalasHapus
  2. Saya jadi penasaran pengen coba aligot. Hmm

    Mak nyus ya pasti... Saya sih doyan keju, tapi nggak secinta coklat. Keju jenis2 aligot yang leleh gitu yang rasanya nikmat...hehe.. kalau di rumah, saya suka bikin telur dadar isi keju leleh. Belum juga selesai cuci peralatan masaknya telur keju sudah tandas...hihi

    BalasHapus
  3. Udah lama penasaran nih mbak sama Keukeun ini aku. Kisaran harga makanan dan minumannya di berapa ya mbak ini, pecinta keju kek aku mah mesti nih ke sini.

    BalasHapus
  4. Cocok banget nih buat para pecinta keju. Membayangkan gurih dan lezatnya keju, membuat ngiler. Hm, nyummi.....btw, saya juga suka sekali dengan keju.

    BalasHapus
  5. Wajib dicoba nih, Bu. Anak-anakku pecinta keju. InsyaAllah, kalo ke Bandung, kita akan mampir ke sana. Terimakasih infonya. ��

    BalasHapus
  6. Asli kupikir tadi ini di Holland loh Bun! hehe... keren tempatnya. Uhh kemarin pas ke Bandung kenapa ngga mampir sini yak?

    BalasHapus
  7. Saya baru tahu tempat makan ini, Bun hehehe
    Khas Belandanya kental sekali ya...mulai dari bangunan, interior hingga makanan dan minumannya benar-benar seperti di Holland.

    BalasHapus
  8. Seneng bangets pasti anakku ke sini nih Mbak Hani
    Secara mereka berdua demen bener sama keju.
    Tempatnya juga bisa buat bernostalgia ya..

    BalasHapus
  9. Pas baca kejunya leleh-leleh. Jadi membayangkan rasanya yg nikmat. Weiii pas lihat penampakannya jdi pengen Bun, hehe... Ntr Agustus insha allah ke Bandung mg bisa mampir kesini yaa...mksh infonya bun...

    BalasHapus
  10. Wah, susah nih kalau bawa rombonganku. Secara anak dan suami bukan oenggemar keju, hiks. Susah akutuh kalau makan agak kebarat-baratan. Rombonganku sukanya ketimuran. Mereka prefer sushi drpd keju.Gimana kalau PAS Blogger aja kumpul di sini? Hehe

    BalasHapus
  11. Jadi pengen nyobain ke sana, tempatnya vintage cakep sekali :")

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Silakan tinggalkan komen.
Mohon maaf link hidup akan dihapus ya...