Monday, December 10, 2018

Jalan-jalan Sore ke NuArt Sculpture Park Bandung


Di minggu ke lima beberapa bulan yang lalu, teman-teman la-Cantastorie mengajak jalan-jalan untuk refreshing. La-Cantastorie adalah grup saya bergabung main piano bersama. Sudah tiga tahun belakangan ini, setiap tahun kami main bareng dan perform di lingkungan terbatas. Mereka semua guru-guru piano yang mengajar di beberapa tempat kursus piano di Bandung. Setiap minggu ke lima di akhir bulan, mereka tidak mengajar. Hari-hari libur seperti ini kalau tidak nonton bersama, ya jalan-jalan. Tadinya kami mau ke Lembang, tapi dirasa terlalu jauh, dan ada di antara kami yang mempunyai anak balita, sehingga tidak bisa terlalu lama ditinggal.

Akhirnya pilihan jatuh ke NuArt Sculpture Park.

Monday, November 20, 2017

Explore Wastukantjana



Jalan Wastukencana mungkin hanya sebuah jalan yang biasa dilewati oleh warga Bandung. Di jalan itu banyak rumah, perkantoran dan tempat peribadatan yang biasa saja menurut kita. Tapi pernahkah terpikir bahwa ada sejarah di balik nama jalan tersebut?

Di hari Sabtu tanggal 18 November 2017, Historical Trips Bandung akan mengupas sejarah di Jalan Wastukencana. Mulai dari sejarah nama jalan sampai sejarah beberapa bangunan yang berjejer di jalan tersebut. Salah satu bangunan yang akan dibahas adalah hotel yang terkenal dengan pelacur-pelacur nomor wahid di Bandung kala itu. Dimana kira-kira letaknya? Apakah hotel tersebut sama tenarnya dengan hotel Alexis saat ini? 

Sunday, November 19, 2017

Explore Logeweg



Bandung kaya dengan bangunan-bangunan lama yang beberapa diantaranya sudah mendapatkan plakat sebagai bangunan yang dilestarikan. Kriteria bangunan yang dilestarikan tentunya harus ditelaah dari berbagai sisi, apakah sebagai bangunan bersejarah ataupun bangunan yang unik. Sebagai bangunan bersejarah pun bisa dilihat karena adanya peristiwa bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan kemerdekaan. Atau sejarahnya ditinjau dari sejarah perkembangan arsitektur yang mempunyai style atau gaya bangunan tertentu.

Event Explore Logeweg merupakan event ketiga dari Historical Trips. Event pertama adalah Explore Yogyakarta dan event kedua adalah Explore Villa Isola & Museum Pendidikan Nasional UPI. 
Logeweg, berarti jalan Loji. Dulunya di zaman pemerintahan Hindia Belanda, terdapat gudang atau loji yang berfungsi sebagai gudang garam. Sekarang Logeweg adalah jalan Wastukencana.

Waktu itu hari Sabtu tanggal 19 Agustus 2017, saya mengikuti event ketiga Historical Trips ini. Event kali ini diikuti oleh 27 orang peserta dengan asal, usia dan profesi yang beragam-ragam. Rute event hari ini adalah mulai dari Center Point dan berakhir di Balai Kota. Selain mendengarkan penjelasan dari luar gedung, para peserta pun berkesempatan untuk mengunjungi beberapa bangunan yang merupakan bangunan cagar budaya kota Bandung menurut Perda Kota Bandung no. 19 Tahun 2009.

Sunday, July 30, 2017

Begini Caranya Wisata Gratis ke Labuan Bajo Bersama INSTO dan My Trip My Adventure

Tulis Cerita dan Upload

Siapa di antara teman-teman yang tidak suka liburan? Pasti pada suka lah liburan.
Hanya saja waktunya sering tidak pas dengan berbagai kesibukan kita masing-masing. Ada jadwal sekolah, kuliah, atau karyawan yang harus minta ijin jauh hari untuk cuti.

Liburan itu harus direncanakan atau tidak? Minimal teman-teman harus merencanakan destinasinya.
Setelah itu cek anggaran dan keuangan. Cukup atau tidak untuk membeli tiket moda transportasi, akomodasi, konsumsi dan jalan-jalan di area wisata tersebut.
Semakin cepat moda transportasi yang dipilih, maka relatif lebih cepat sampai. Ini akan menghemat waktu, walaupun tiket pesawat mungkin lebih mahal daripada tiket kereta-api.

Thursday, July 20, 2017

Menguak Perjuangan Prajurit Siliwangi di Museum Mandala Wangsit




Puluhan tahun tinggal di Bandung, mungkin lebih ratusan kali melewati bangunan ini dalam perjalanan pulang ke rumah, belum pernah sekalipun saya mampir ke sana. Bahkan seingat saya, gedung ini pernah diangkat oleh salah seorang teman sebagai obyek Tugas Akhirnya.
Gedung ini, Museum Mandala Wangsit, museum yang dikelola oleh Angkatan Darat.
Belum apa-apa, saya sudah membayangkan, tidak ada serunya museum tentara. Pasti isinya diorama, atau patung-patung yang seringkali, kok, terlihat seram.